Sambut Ramadhan
September 5, 2007 – 6:40 amPREPARE TO RAMADHAN
Subhanallah! tak terasa waktu bergulir, waktu kan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan. kira-kira kurang dari 2 minggu lagi umat muslim di seluruh dunia akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Lalu apa yang telah/sedang or akan persiapkan? paling tidak, ramadhan tahun ini telah disambut dengan naiknya sejumlah harga barang pokok, naiknya tarif tol JORR, polemik seputar konversi minyak tanah ke gas dan langkanya minyak tanah. Hmmm..sepertinya kehidupan menjelang ramadhan-idul fitri terlihat semakin suram. Hanya mengeluh..tidak akan bisa menyelesaikan persoalan.Nah..mari kita lihat bagaimana Rosulullah dan para shahabat mempersiapkan diri menyambut Ramadhan.
Persiapan itu bukan bersifat materi
Lumrah dipahami masyarakat awam kita, datangnya Ramadhan-Idul Fitri berarti meningkatnya sejumlah kebutuhan hidup. Yakni, tuntutan menu buka puasa yang istimewa, persiapan baju lebaran, menstok sejumlah bahan pokok sejak dini, menstok kue lebaran, mengecat rumah, kalo perlu ganti perabotan hingga harapan naiknya pesangon/THR tak ketinggalan angpow untuk keponakan tercinta. Tanpa sadar kadang menghilangkan kekhusukan ibadah di bulan Ramadhan.
Persiapkan diri dari jauh-jauh hari
Jangan kalah sebelum berperang. Benar, sebentar lagi kita akan memasuki medan pertempuran. Bukan Belanda , Jepang apalagi AS yang menjadi musuhnya tapi hawa nafsu diri sendiri. Peperangan akan dimenangkan tergantung seberapa jauh persiapan. Raosulullah SAW telah mendidik para shahabat agar mempersiapkan diri menuju Medan Ramadhan dari sejak bulan Rajab-Sya’ban. Bahkan ketika bulan sya’ban telah masuk, Rasulullah semakin menggencarkan puasa-puasanya. Ummul mukminin Aisyah ra menuturkan: ‘Aku tidak melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan Aku tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa dibandingkan dengan pada bulan Sya’ban’ (HR.Al-Bukhori-Muslim). Baginda Rosul bahkan memposisikan puasa pada bulan Sya’ban sebagai persiapan untuk menjalani Ramadhan. Anas ra menceritakan bahwa Nabi SAW pernah ditanya: ‘Puasa manakah yang paling afdhol setelah puasa ramadhan? Rosul menjawab:Puasa Sya’ban untuk menagungkan Ramadhan’ (HR.At-Tirmidzi).
Jadi apa aja yang bisa kita lakukan? Persiapan penting yang mesti kita siapkan adalah:
1.Persiapan mental, yakni mempersiapkan ruhiah dengan membangkitkan semangat keimanan dan ketakwaan.Caranya adalah via memperbanyak amalan ibadah, agar saat bertemu Ramadhan tak ada lagi suasana kaget dengan padatnya ibadah taraweh, tadarus dll. Salah satunya denganberpuasa di bulan Sya’ban (btw bulan Sya’ban tinggal beberapa hari lagi).Memperbanyak sedekah, sholat sunnah dan tadarus serta hapaqlan Al-qur’an .
2.Persiapan Ilmu, yaknimenambah literatur/informasi/bacaan seputar Ramadhan . Apa saja hal-hal yang akan mengurangi pahalannya, amalan-amalan sunnahnya dan apa saja keutamaannya. Seputar fiqh puasa dan fiqh sholat taraweh-fiqh sholat Ied perlu kita pahami dengan segera.
Terakhir, agar menambah kerinduan dan semangat diri menyongsong Ramadhan, Mari kita mrenungkan pesan-pesan Rasulullah berikut ini:
"Wahai manusia, kalian telah dinaungi bulan yang agung, bulan penuh berkah, bulan yang di dalamntya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah telah menjadikan puasa pada bulan itu sebagai kewajibab dan sholat malamnya sebagai sunnah.Siapa saja yang bertaqorrub di dalamnya dengan sebuah kebajikan, ia seperti melaksanakan kewajiban pada bulan lain. Siapa saja yang melaksanakan satu kewajiban di dalamnya, ia seperti melaksananakna 70 kewajiban [pada bulan lainnya. Pahalanya adalaha surga, ia juga pelipur lara dan ditambahnya rezeki seorang mukmin…" (HR.Ibn Khuzaimah dalam Shaih Ibn Khuzaimah-al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman).
