Halal jadi Haram…Haram jadi Halal??!
November 15, 2008 – 5:13 amSudah berminggu-minggu ini, siaran teve kita selalu dihiasi berita syekh Puji..
Ya..keputusannya menikahi gadis belia menjadi sensasi yg menghebohkan Indonesia. Publik pun dibuat sibuk menghitung selisih usia lelaki separuh baya itu dengan gadis manis pelajar SMP tsb. Perdebatan juga rame disana sini. Setuju or not setuju. Tapi kayaknya berita di media lebih berat ke pihak2 yg gak setuju. Yah beragamlah versinya, dari yg mencela, membenci, memaki sampai menasehati.
Beragam kelas juga komentar lo. Dari masyarakat awam, kaum terpelajar, birokrat sampai ulama. Pasalnya, "Si ulfa masih bau kencur, terlalu muda kasihan alat reproduksinya" komentar dokter Boyke. atau Kak Seto "kasihan dengan kondisi kejiwaannya". Cuma satu fakta yg kurang diangkat. Atau memang gak mau diangkat? Bagaimana Islam (agama kedua sejoli tsb–red) menilai tindakan mereka? Tapi kalau pun sengaja gak diekspose, yah wajarlah…udah terlewat biasa. Khalayak pasti bilang…kita kan bukan negara Islam, dibilang sekuler juga gak mau. Tapi kok keliatan banget ya sekuler nya
.
Saya jadi ingat…beberapa waktu lalu ada juga kasus yg melibatkan tokoh masyarakat / tokoh agama yg juga gak kalah seru diekspose. Bahkan semua infotainment ikut berburu berita menayangkan kasus mereka. Apaan tu? ya karena tokoh tsb poligami, lalu bermunculan beragam dialog & debat, pro-kontra poligami. Dikaitkan pula dengan KDRT dsb..dsb.
Nah..kalo sekarang apa lagi tu???? produk hukum sekuler apa lagi ni yang mo keluar???? 
Memang susah ya hidup di alam sekuler nan kapitalis…agama gak boleh dibawa2 si dalam kehidupan sehari-hari. Ya jadinya kacau balau. Yang diperbolehkan Tuhan (Allah SWT) dilarang sama undang2 dengan beragam dalih "KDRT la.." , "kasian sama kejiwaannya..la", "atas nama HAM dan demokrasi la..", "bla..bla".
Mestinya tu undang2 lahir untuk hentikan kemaksiatan seperti:
1.lokalisasi pelacuran..sarang penyakit kelamin&AIDS, jadi kalo kita serius ingin menghentikan penyebaran penyakit ganas ini, STOP seks bebas tanpa ikatan pernikahan…."eh2 jangan dong, kan penghasilan gue dari situ" (kata pemilik modal) …"gak boleh! itu melanggar HAM, mereka bebas berekspresi " (kata pendekar HAM)…"jangan! banyak pajaknya buat daerah kita! (kata tiiiit
)
2.Tutup pabrik miras..pemicu kriminalitas..biar penjara gak penuh..biar APBN cukup mensejahtrakan rakyat…."Tidak! gimana dengan para tenaga kerjanya , pengangguran dong!(kata mereka)–
tapi kata saya…maksiat itu bukan pekerjaan Bang..Mpok..mbak!
, gak kasian sama yg dinafkahi tiap hari makan harta haram yg mengalir dalam darah mereka, nanti di hari akhir..anak2 kita akan minta pertanggungjawaban kita yg memasukkan barang haram dalam hidup mereka (ya..itupun kalo kita masih percaya adanya hari dimana semua perbuatan dipertanggungjawabkan
)
3.Larang kemaksiatan2 lainnya
