Meet Ramadhan 1430 H

August 24, 2009 – 3:25 am

Alhamdulillah.. Akhirnya bertemu ramadhan lagi di tahun 2009 ini (1430H), but sebelumnya:

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –> Do’a malaikat Jibril menjelang Ramadhan "Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut :
1. Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2. Tidak berma’afan terlebih dahulu antara suami isteri (itupun jika sudah nikah);
3. Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amiin sebanyak 3 kal
i

Jadi…mohon maaf lahir bathin di hari ke3 bulan puasa iniemoticon

jadi teringat dengan pidato nabi SAW:

<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>

Diriwayatkan Oleh Ibnu Huzaimah, Rasulullah memberikan nasihat menjelang Ramadhan :
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan- Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata :

“Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”

“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.”

 

Akhirnya: semoga di bulan suci ini Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita..amin


Halal jadi Haram…Haram jadi Halal??!

November 15, 2008 – 5:13 am

Sudah berminggu-minggu ini, siaran teve kita selalu dihiasi berita syekh Puji..

Ya..keputusannya menikahi gadis belia menjadi sensasi yg menghebohkan Indonesia. Publik pun dibuat sibuk menghitung selisih usia lelaki separuh baya itu dengan gadis manis pelajar SMP tsb. Perdebatan juga rame disana sini. Setuju or not setuju. Tapi kayaknya berita di media lebih berat ke pihak2 yg gak setuju. Yah beragamlah versinya, dari yg mencela, membenci, memaki sampai menasehati.

Beragam kelas juga komentar lo. Dari masyarakat awam, kaum terpelajar, birokrat sampai ulama. Pasalnya, "Si ulfa masih bau kencur, terlalu muda kasihan alat reproduksinya" komentar dokter Boyke. atau Kak Seto "kasihan dengan kondisi kejiwaannya". Cuma satu fakta yg kurang diangkat. Atau memang gak mau diangkat? Bagaimana Islam (agama kedua sejoli tsb–red) menilai tindakan mereka? Tapi kalau pun sengaja gak diekspose, yah wajarlah…udah terlewat biasa. Khalayak pasti bilang…kita kan bukan negara Islam, dibilang sekuler juga gak mau. Tapi kok keliatan banget ya sekuler nyaemoticon .

Saya jadi ingat…beberapa waktu lalu ada juga kasus yg melibatkan tokoh masyarakat / tokoh agama yg juga gak kalah seru diekspose. Bahkan semua infotainment ikut berburu berita menayangkan kasus mereka. Apaan tu? ya karena tokoh tsb poligami, lalu bermunculan beragam dialog & debat, pro-kontra poligami. Dikaitkan pula dengan KDRT dsb..dsb.

Nah..kalo sekarang apa lagi tu???? produk hukum sekuler apa lagi ni yang mo keluar???? emoticon

Memang susah ya hidup di alam sekuler nan kapitalis…agama gak boleh dibawa2 si dalam kehidupan sehari-hari. Ya jadinya kacau balau. Yang diperbolehkan Tuhan (Allah SWT) dilarang sama undang2 dengan beragam dalih "KDRT la.." , "kasian sama kejiwaannya..la", "atas nama HAM dan demokrasi la..", "bla..bla".

Mestinya tu undang2 lahir untuk hentikan kemaksiatan seperti:

1.lokalisasi pelacuran..sarang penyakit kelamin&AIDS, jadi kalo kita serius ingin menghentikan penyebaran penyakit ganas ini, STOP seks bebas tanpa ikatan pernikahan…."eh2 jangan dong, kan penghasilan gue dari situ" (kata pemilik modal)  …"gak boleh! itu melanggar HAM, mereka bebas berekspresi " (kata pendekar HAM)…"jangan! banyak pajaknya buat daerah kita! (kata tiiiitemoticon)

2.Tutup pabrik miras..pemicu kriminalitas..biar penjara gak penuh..biar APBN cukup mensejahtrakan rakyat…."Tidak! gimana dengan para tenaga kerjanya , pengangguran dong!(kata mereka)–

tapi kata saya…maksiat itu bukan pekerjaan Bang..Mpok..mbak! emoticon, gak kasian sama yg dinafkahi tiap hari makan harta haram yg mengalir dalam darah mereka, nanti di hari akhir..anak2 kita akan minta pertanggungjawaban kita yg memasukkan barang haram dalam hidup mereka (ya..itupun kalo kita masih percaya adanya hari dimana semua perbuatan dipertanggungjawabkanemoticon)

3.Larang kemaksiatan2 lainnyaemoticon

 

 

emoticon


Bagaikan Bercermin

February 14, 2008 – 10:04 am

Seperti bercermin

 
Pernahkah Anda bercermin? Tentu pernah bukan? Apalagi jika Anda hidup di zaman modern dimana penampilan sangat diperhitngkan. Bahkan ada yang merasa tidak percaya diri jika tidak bercermin terlebih dahulu. Yaa..cermin dengan pantulan cahayanya mampu menambah rasa optimis dan percata diri seseorang. Kenapa sih kita perlu bercermin? Tentu saja untuk melihat penampilan kita, sudah pantas kah atau perlu dikoreksi, walaupun terkadang sedikit tidak puas melihat penampilan yang masih terasa kurang indah di mata namun tak seorang pun yang menyalahkan si cermin. Cermin akan memantulkan objek yang dikenai cahaya, apa adanya. Tanpa basa-basi atau rasa sungkan. Cermin bahkan terlalu jujur untuk berkata ’sesuatu’ yang kadang terasa nyaman atau kesal di hati. Filosofi certmin adalah refleksi dari kehidupan riil di tengah-tengah kita. Kritik bagaikan cermin yang mampu memantulkan informasi-informasi masukan bagi diri kita. Tergantung bagaimana kita menyikapinya. Tapi tak jarang, kita alergi terhadap kritik, tapi senang sekali bercermin. Namun, memang adalah wajar. Setiap manusia memiliki naluri eksitensi diri. Jika naluri ini digugat maka salah satu aktualisasinya adalah penolakan,

Sudah saatnya tidak lagi ber negative thingking terhadap masukan ataupun kritik..mm memang kebenaran itu terkadang pahit kawan! 

 

 


MALES MIKIR=CEPAT PIKUN

September 20, 2007 – 7:07 am

JANGAN MALES MIKIR!!! (awas pikun)

    Dua minggu lalu, penulis berkunjung ke fakultas psikologi UII. Ada kolom menarik yang disajikan oleh mading salah satu UKM di sana. sebuah judul dengan isi yang lucu namun satire. Intinya kolom tersebut ingin menyampaikan bahwa orang Indonesia cenderung dapat berbicara tanpa menggunakan otak! atau ada juga anekdot tentang susunan otak otang Indonesia yang selalu rapi. apakah itu yang dimaksud dengan tong kosong nyaring bunyinya?

   Terlepas dari itu, pernahkah kita bertanya, apa sih yang dimaksud dengan berfikir? apakah otak tempatnya akal? apakah sama antara berfikir dan ber-akal? apa setiap otak bisa berfikir? duh…pusing (bisa jadi itu yang muncul di benak kita). Walaupun kita selalu melakukan aktifitas ‘mikir’, tapi mungkin saja pertanyaan-pertanyaan tadi tidak terlintas dalam pemikiran kita. Wah repot! kehidupan ini dah cukup ribet dan pusing dengan permasalahan-permasalahan kehidupan, jadi cenderunya manusia zaman ini lebih pragmatis, instan dan realistis. Ternyata! dengan mengetahui hakikat berfikir kita bisa lho meningkatkan kecepatan berfikir (kaya prosesor aja "_"….).

  Otak manusia vs Otak hewan
 Apa si yang membedakan manusia dengan hewan? tentu saja pada akalnya. Sang pencipta telah memilih manusia sebagai makhluq yang paling tinggi derajatnya justru karna keberadaan akal. Kucing, ayam, monyet dkk, mereka semua tidak punya akal. Sehingga wajar, kalo kita tidak akan pernah menemukan peningkatan gaya hidup dari hewan-hewan tersebut. Jika nenek moyang mereka gak pake baju, maka sekarang pun gak ada kucing yang pake baju (dengan kesadaran sendiri) kecuali dalam kontes kucing indah. Padahal, bukankah kucing itu punya otak? yup..sudah pasti. Gajah juga punya otak, bahkan lebih besar dari otak manusia, tapi tetap aja gajah tidak bisa mikir. Lho! bukannya di Lampung ada sekolah buat gajah? apa itu bukan pembuktian bahwa gajah bisa mikir? pertanyaan ngawur bisa aja muncul, ya..besok gajahnya bisa daftar jadi asdos atau jadi dosen/tutor buat teman-temanya (^_^). Hewan-hewan yang ada di sirkus atau di sekolah tersebut dilatih dan dirangsang instingnya (daya kepekaan nalurinya) dengan tehnik pengulangan aktifitas. Seekor gajah dilatih untuk duduk, berulang-ulang latihan tadi dillakukan mungkin butuh bulanan, jika ia salah dalam melakukan instruksi maka ia tidak mendapat makanan, jika sebaliknya maka makanan adalah reward baginya. Kesimpulannya tidak melibatkan akal. Seperti halnya bayi, walaupun manusia tapi bayi belum sempurna akalnya alias belum mampu berfikir, jika ingin sesuatu maka ia akan menangis, merengek, itulah respon nalurinya. Maka, tidak semua yang berotak punya akal.

Proses berfikir = akal

    Lalu, apa sih akal itu? akal adalah kemampuan untuk berfikir. Trus apa sih berfikir itu? bagaimana prosesnya terjadi? Sebenarnya kasus ini bisa kita pecahkan dengan mengamati (observasi) realitas. Kasusnya sbb: ada 3 orang manusia (A, B,C) yang dijadikan sample dengan latar belakang yang berbeda. Keduanya sama-sama kita berikan sebuah objek untuk diamati dan disimpulkan objek tersebut apa, misalnya bluethoot. Si A terus saja mengamati dan akhirnya menyimpulkan bahwa benda tersebut adalah flash disk untuk menyimpan data, sekilas memang terlihat mirip, telebih lagi karna A selalu menggunakan flash disk untuk kebutuhan kuliahnya. Si B benar-benar bingung, ia bahkan sama sekali belum pernah melihat benda tersebut, belum pernah ada di desanya benda seperti itu. Bagaimana dengan si C, wah..kalo dia si langsung bisa menjawab, bahwa benda tersebut adalah bluethooth terlebih lagi dia selalu memakainya sebagai alat bantu pekerjaannya di sebuah perusahaan IT terkenal. Apa yang membut kesimpulan mereka bertiga berbeda? ternyata tidak semua dari mereka pernah berinteraksi dengan benda tersebut, otomatis tidak semua dari mereka yang memiliki informasi tentang benda tersebut. Maka apakah orang-orang dalam sample tersebut melakukan proses berfikir? tentu yes! Nah dari kasus di atas bisakah kita merumuskan apa sih akal/berfikir itu? apa saja si yang dilibatkan dalam proses tersebut? yup jika dirumuskan maka di dapatkan sbb:

1. tentu saja ke 3 sample tersebut mesti memiliki objek untuk difikirkan (untuk bisa diteliti, diujicoba dll)

2. Ada panca indra (penglihatan, peraba, perasa, pendengaran dll) agar objek tersebut bisa diamati, diteliti dll. Namun buka berarti panca indranya mesti lengkap lho, sebab tidak semua panca indra dipakai dalam 1 waktu. Realitanya panca indra manusia itu terbatas, maksudnya ia dapat berfungsi dengan baik, jika obyek yang diindera memang mampu di jangkau panca indra. Contoh: telinga adalah indra pendengaran, tentunya memiliki ambang batas pendengaran, maksudnya telinga manusia hanya mampu mendengar hingga radius sekian dan pada gelombang sekian.

3. Ada informasi yang terkait dengan objek pemikiran kita, misal pada kasus di atas hanya C yang memiliki info tentang bluetooth 

4. Harus ada otak. Mengapa? otak ibarat prosesor, tempat menyimpan sejumlah informasi dari objek yang difikirkan. Menurut ilmu biologi, Di otak pula tejadi proses pengkaitan antara objek yang di indra dengan informasi yang tersimpan di dalam memory internal otak melalui sinyal-sinyal. Jika informasi tsb ada, maka objek tersebut bisa didefenisikan. Dan tentu saja otak tersebut mestilah sehat, jika tidak, maka proses pengkaitan ini akan menjadi tidak sempurna. Contoh orang yang mengalami kerusakan otak, mestilah menurun daya berfikirnya (alias menurun kapabilitas pengkaitan info dengan objek).

  Akhirnya…
 
  Jadi…aktifitas berfikir bisa berlangsung selama keempat komponen di atas terpenuhi keberadaannya. Jika salah satu saja syaratnya tidak terpenuhi, maka tidak sempurnalah proses berfikirnya. Pada kasus di atas si B tidak bisa melakukan proses berfikir, sedang si A tidak sempurna prosesnya sehingga kesimpulan yang ia berikan salah, sekalipun ia sudah berusaha. Berbeda denga C, ia tepat dengan jawabannya, karna sempurna proses berfikirnya. Jadi sekali lagi akal itu tidak berada di otak, tidak semua otak bisa berfikir, otak hanyalah tempat bertemunya/pengkaitan sejumlah informasi yang telah direkam.dengan kata lain, otak adalah hanya salah satu komponen akal/berfikir. Dengan logika kita juga bisa mengatakan bahwa akal tidak bertempat di kepala atau di hati atau di tempat manapun. Akal itu abstrak, tidak diketahui tempatnya, namun bisa dirasakan pengaruhnya.

     Pepatah lama berpesan agar kita sering-sering mengasah otak kita agar pintar, maksudnya sering-seringlah berfikir sebab sebuah penelitian menyatakan banyak kasus kepikunan salah satu penyebabnya adalah dimulai dari semakin minimnya aktifitas berfikir (otak menganggur). Dari artikel yang pernah saya baca: Istilah pikun ini dikenal sebagai Alzheimer. Yaitu Ketidakmampuan untuk mengingat kejadian-kejadian yang belum lama berlalu. Pada otak orang makin menua, cenderung terjadi penurunan fungsi otak. Apabila tidak dicari solusi pencegahannya akan timbul pola “plak” amyloid protein. Kerusakan mulai terjadi pada bagian tengah otak yang disebut temporal. Kerusakan ini mempengaruhi sirkuit-sirkuit yang menyimpan ingatan akan kejadian-kejadian pada masa lalu. Kemampuan untuk menemukan kata-kata untuk menyebut objek-objek yang biasa mulai melemah, Pada pola yang lebih parah diikuti dengan ketidakmampuan untuk mengenali orang-orang dan tempat-tempat yang sudah diakrabi atau bahkan tidak mengetahui kegunaan cangkir kopi. Konon kondisi ini merupakan warisan secara genetis namun bisa dicegah dengan menjaga pikiran tetap aktif.(http://anangku.blogspot.com/2006/08/tentang-otak-dan-pikun.html)

    So…masih males mikir????

 


SUKSES: BISA!!!!!

August 28, 2007 – 4:17 am

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Kesalahpahaman 1

Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan
lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk
mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita
semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua
kalinya.

Kesalahpahaman 3

Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4

Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara
yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di
saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5

Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu
keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6

Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan
penerapan.

Kesalahpahaman 7

Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan
oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8

Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari
orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri
yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9

Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas
hal apa?"

Kesalahpahaman 10

Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di
masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap
hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen.
CoachJim.com)


Tebak-tebakkan yuk….

August 28, 2007 – 4:08 am

Teka Teki Imam Al-Ghazali
> > > Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul
> > > dengan murid-muridnya lalu beliau
> > > bertanya Teka-Teki :
> > > Imam Al-Ghazali : "Apakah yang paling
> > > dekat dengan diri kita di dunia ini ?"
> > > Murid 1 : "Orang tua"
> > > Murid 2 : "Guru"
> > > Murid 3 : "Teman"
> > > Murid 4 : "Kaum Kerabat"
> > > Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
> > > tetapi yang paling dekat dengan kita
> > > ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa
> > > setiap yang bernyawa pasti akan mati
> > > Surah Ali-Imran:185) .
> > >
> > > Imam Ghazali : "Apa yang paling jauh
> > > dengan kita di dunia ini ?"
> > > Murid 1 : "Negeri Cina"
> > > Murid 2 : "Bulan"
> > > Murid 3 : "Matahari"
> > > Murid 4 : "Bintang-bintang"
> > > Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
> > > tetapi yang paling benar adalah MASA
> > > LALU. Bagaimanapun kita, apapun
> > > kendaraan kita, tetap kita tidak akan
> > > dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab
> > > itu kita harus menjaga hari ini, hari
> > > esok dan hari2 yang akan datang dengan
> > > perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".
> > >
> > > Imam Ghazali : "Apa yang paling besar di
> > > dunia ini ?"
> > > Murid 1 : "Gunung"
> > > Murid 2 : "Matahari"
> > > Murid 3 : "Bumi"
> > > Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
> > > tetapi yang paling besar sekali adalah
> > > HAWA NAFSU (Surah Al-A’raf : 179). Maka
> > > kita harus hati2 dengan nafsu kita,
> > > jangan sampai nafsu kita membawa kita ke
> > > neraka. (Na’udzu billaahi min zaalikh).
> > >
> > > Imam Ghazali : "Apa yang paling berat di
> > > dunia ini ?"
> > > Murid 1 : "Baja"
> > > Murid 2 : "Besi"
> > > Murid 3 : "Gajah"
> > > Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
> > > tetapi yang paling berat adalah MEMEGANG
> > > AMANAH
> > > (Surah : Al-Ahzab : 72). Tumbuh2an,
> > > binatang, gunung dan malaikat semua
> > > tidak mampu ketika Allah Swt meminta
> > > mereka menjadi khalifah (pemimpin) di
> > > dunia ini, tetapi manusia dengan
> > > sombongnya berebut-rebut menyanggupi
> > > permintaan Allah Swt sehingga banyak
> > > manusia masuk ke neraka karena gagal
> > > memegang amanah".
> > >
> > > Imam Ghazali : "Apa yang paling ringan
> > > di dunia ini ?"
> > > Murid 1 "Kapas"
> > > Murid 2 "Angin"
> > > Murid 3 "Debu"
> > > Murid 4 "Daun-daun"
> > > Imam Ghazali : "Semua jawaban itu benar,
> > > tetapi yang paling ringan sekali di
> > > dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
> > > Gara2 pekerjaan kita atau urusan dunia,
> > > kita tinggalkan sholat".
> > >
> > > Imam Ghazali : "Apa yang paling tajam
> > > sekali di dunia ini ?"
> > > Murid2 dengan serentak menjawab : "Pedang"
> > > Imam Ghazali : "Itu benar, tapi yang
> > > paling tajam sekali di dunia ini adalah
> > > LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah,
> > > manusia dengan mudahnya menyakiti hati
> > > dan melukai perasaan saudaranya sendiri"

disadur dari milis Takmir Musholla Bahrul ulum FTI UII
> > >
> > >
> > >